.

 

Sambungan Ijin P-IRT

 

Setelah dokumen dari puskesmas kita serahkan ke Dinkes, selanjutnya jika dari puskesmas tidak ada masalah, kita tinggal menunggu undangan untuk mengikuti pelatihan sehari mengolah makanan dari pihak Dinkes. Ga perlu bingung, pelatihan ini rutin diadakan oleh Dinkes dan diikuti oleh banyak peserta pemohon ijin P-IRT. Kira-kira 1 minggu setelah memberikan dokumen dari puskesmas kita akan mendapat undangan untuk pelatihan dan jadwal pelatihan melalui pos.

 

Nah setelah itu kita tinggal mengikuti saja pelatihan yang diadakan oleh mereka, lamanya seharian penuh. Perhatikan dengan baik apa yang mereka sampaikan, catat dan lakukan perbaikan jika cara produksi kita masih salah. Perhatikan kemasan makanan kita, Alhamdulillah saat latihan kemasan Rendang Nenek mendapat pujian dari pemberi materi dan dijadikan contoh yang bagus untuk kemasan makanan meskipun masih ada kekurangan dari sisi informasi, tentunya akan kita perbaiki nanti.

 

Selain cara pengolahan, mereka sangat memperhatikan kemasan. Saat pelatihan ada yang menggunakan kemasan kaleng, dari sisi hygenis dan daya tahan tentunya sangat bagus tapi ternyata jika kita menggunakan kemasan kaleng maka ijin edarnya bukan lagi P-IRT akan tetapi harus dari BPOM.

 

Setelah mengikuti pelatihan kita masih akan di survei lagi, kali ini dari pihak Dinkes. Lama waktu menunggunya kira-kira 2 minggu hingga 1 bulan. Pergunakan waktu tersebut untuk memperbaiki proses produksi kita sesuai dengan apa yang kita dapat dari pelatihan seperti sarung tangan karet, tutup kepala, celemek, tempat penyimpanan, termasuk kemasan kita. Saat petugas datang pastikan perbaikan telah dilakukan terutama jika kemasan kita masih kurang bagus baik dari segi hygenis-nya maupun dari segi informasi yang tertera pada kemasan.

 

Setelah petugas Dinkes men-survei proses produksi kita, maka jika tidak ada masalah nomer P-IRT bisa kita ambil dalam 3 hari tetapi sertifikatnya belum jadi. Kira-kira seminggu sertifikat sudah bisa diambil.

 

Mudah bukan? Biayanya berapa? Untuk keseluruhan proses hanya membutuhkan biaya Rp. 500.000 saja, dan salutnya selama proses memperoleh ijin ini kami tidak dihambat atau persulit sedikitpun dengan tujuan untuk meminta uang pelicin, sama sekali tidak. Petugas puskesmas dan Dinkes tidak meminta uang apapun diluar uang pendaftaran yang tertera. Ternyata membuat ijin edar P-IRT itu lebih mudah daripada membuat KTP, hahaha.

 

 

 

Cap Halal

P-IRT: 2013273012191-17, 2033273022191-17

MUI-JB: 01011081041212

 

 

Home

 

Cara Pemesanan

 

Agen Penjualan Kami

 

Produk

Menu

Rendang Daging

Rendang Paru

Rendang Hati

Rendang Limpo

Rendang Jamur

Rendang Jengkol

Rendang Ayam Suwir (BARU)

 

Tentang kami

Rendang Nenek di Setiabudi Supermarket

Kunjungan Universitas Tun Abdul Razak

Liputan Bisnis Indonesia

Liputan Rendang Nenek di Tribun Jabar

Liputan Rendang Nenek di B Channel

Liputan Rendang Nenek di TransTV

Liputan Rendang Nenek di Tabloid Agrina

Beli Rendang Nenek di Toserda Bandung

Mengintip Rendang Nenek

Rendang Nenek

Siapa Kami?

Daya Tahan dan Kemasan

Proses Pembuatan Cara Tradisional

Testimoni

Testimoni

Testimoni 2

Testimoni 3

 

Artikel

2 Tahun Rendang Nenek

Pameran di Trans Hotel Bandung

Pelatihan Pengemasan

Mengurus Ijin P-IRT (1)

Mengurus Ijin P-IRT (2)

Pakar E-Commerce

Sejarah Rendang (1)

Sejarah Rendang (2)

Tradisional Tapi Pakai Gas?

Keajaiban Sedekah

Budidaya Jamur Milik Rendang Nenek

Sushi Rendang

Puasa

Jangan Jualan Rendang!

Setahun Rendang Nenek

Rendang Nenek, Bazar Mei 2012

Rendang Nenek, Pameran April 2012

 

 

 

 

social

.